Jl. Kampung Malang VIII / 6 Surabaya
Sabtu, 02 Agustus 2014
Home     Tentang Kami     Buku Tamu     Redaksi     Webmail     Login     
MATAHARI MARHAENISME!
Terbitnya matahari Marhaenisme.

Sehari kesehari, hidoep terrasa malang.
Djangan poetoes asa, o Marhaen, palingkanlah moeka ke Timoer, Matahari Marhaenisme moelai menjingsing.

Apakah Marhaenisme itu ?
BURGELIJKE REVOLUTIE
Revolusi kaum Borjuis / berada / mapan / kaya karena dalam keadaan terdesak, dengan mendorong bantuan (dukungan) dari kaum Proletar (miskin). Tetapi sesudah terlaksana revolusi itu, kaum Burgelijke lah (Borjuis / Kaya / Mapan) yang berkuasa, sedangkan kaum Proletar tetap melarat.
BRAINTRUST
"Kumpulan Tenaga Otak" Tiap partai perlu adanya Braintrust (Thinktank), guna menentukan strategi dan taktik partai. Biasanya orang yang cerdik pandai (cendikiawan / profesional) yang memberi bimbingan dan dorongan secara obyektif pada sebuah partai atau perhimpunan
BOURGEOISME : Baca Bursoasi
Kaum Borjuis (Mapan / Berada / Kaya). Lawan dari Proletariat. Kelas Borjuis ialah kelas yang mempertahankan Kapitalisme karena sudah mengenyam kenikmatannya. Umumnya dikatakan Borjuis ialah kaum kelas menengah yang berpunya atau berada. Kaum Borjuis (Kaum Mapan / Kaya) sering menghalang - halangi pergerakan rakyat yang menghendaki perubahan masyarakat (anti kemapanan)
nurdjaedi soemarno,SE, Bekasi
Rabu, 13 Juli 2011 10:32:18

salam kenal dari kami. senang bisa masuk ke rubrik ini, pelurusan sejarah perlu sekali dinegara ini supaya generasi muda mengerti akan dan siapa BUNG KARNO
M.Rifqi, bogor
Selasa, 21 Juni 2011 10:03:53

Mantan Presiden bapak Ir.Soekarno yang sangat hormati, saya bermimpi kapan ya indonesia memiliki presiden seperti beliau lg, saya yakin seandainya beliau masih ada indonesia akan maju dan mnejadi raja asia atau pun dunia, tidak hanya cerdas dan pintar, beliau juga mahir dalam bidang apapun termasuk memimpin indonesia, pada jaman indonesia masih di pimpin oleh beliau indonesia menjadi raja asia dan tidak ada yang berani menghina indonesia seperti negara-negara yang menghina budaya, Ras, dan para TKW yang nasib ya sangat memprihatinkan di tangan negara-negara yang menurut saya patut harus di balas. saya dan para rakyat sangat menginginkan dan butuh orang seperti beliau yang sangat tegas, jujur, adil dalam bidang apapun, tapi saya perpikir mustahil Bapak Ir.Soekarno kembali seandainya beliau masih hidup saya yakin indonesia akan tenang. salam suara rakyat.
TJUK KASTURI SUKIADI, SURABAYA
Minggu, 05 Juni 2011 22:45:08

Arak -arakkan Prasasti Bung Karno Arek Suroboyo sore hari ini yang berawal dari rmh Bung Peter A Rohi di kampung Malang dengan Tamu Khusus Putra Bung Tomo Cak Bambang Suklistomo yang mengambil route Jl Mawar-Kedungsari-Kedungdoro-Bubutan-Tugu Pahlawan-Kebonrojo-Sulung Kali dan berakhir di situs kelahiran Bung karno di Pandean Gg IV no 40 disambut oleh rakyat Surabaya dengan gegap gempita dan sungguh sangat dahsyat! Hidup bung Karno! hidup Pemimpin Besar Revolusi! Merdeka!
Hen Eska, bekasi
Sabtu, 07 Mei 2011 18:58:15

zonder perjoeangan itu tidakla ia [idee] akan menjadi realiteit !...
kyai sadrakh, bekasi
Senin, 13 Desember 2010 23:12:02

Apa yg bisa diperbuat kaum marhaenis, melawan kapitalisme yg semakin menggurita di setiap sendi2 kehidupan berbangsa kita pd saat ini?.
djokoali, banda aceh
Minggu, 12 Desember 2010 08:56:46

salam utk mas Pipit...saya sempat bertemu di berlin jerman tahun 1995 sempat berdiskusi juga....menarik...dan mengasyikkan sekarang dia sudah bisa msuk ke indonesia lagi selamat datang bro'
..:: ::..
Online : 1
Hari ini : 34
Hits : 28933
Soekarno Lahir di
Jl. Pandean IV/40, Peneleh, Surabaya
Jawa Timur 60274
6 Juni 1901 - Kamis Pon
Peter Rohi
Toga
Agiz
Angga
K. Sukiadi
Bam Bud
*** Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Tgl 10-10-2010 jam 10.10 wib. Situs www.SoekarnoInstitut.com secara resmi di Operasikan... *** Redaksi media ideologi Soekarno menerima sumbangan berupa berita lokal, nasional maupun internasional, artikel, agenda maupun liputan kegiatan seputar pemikiran Soekarno, dapat dikirimkan ke sekretariat@soekarnoinstitut.com, peter_rohi@soekarnoinstitut.com atau toga_sidauruk@yahoo.com ***
Kamis, 16 Juni 2011 15:29:54
SUKSES menyematkan nama Dr Ir Soekarno untuk nama jalan lingkar timur, Pemerintah Kota Surabaya tengah mengajukan nama Drs Mohammad Hatta untuk nama jalan di bagian barat kota tersebut. Menurut Walikota Surabaya Tri Rismaharini, saat ini pihaknya tengah memroses penyiapan nama jalan lingkar barat Surabaya dengan nama Drs Mohammad Hatta. Nama jalan diperkirakan bisa diselesaikan pada tahun ini.
selengkapnya
Senin, 27 Juni 2011 19:47:27
IBU telah memberikan pangestu kepadaku ketika aku baru berumur beberapa tahun. Di pagi itu ia sudah bangun sebelum matahari terbit dan duduk di dalam gelap di beranda rumah kami yang kecil, tiada bergerak. Ia tidak berbuat apa-apa, ia tidak berkata apa-‐apa, hanya memandang arah ke Timur dan dengan sabar menantikan hari akan siang. Akupun bangun dan mendekatinya. Diulurkannya kedua belah tangannya dan meraih badanku yang kecil ke dalam pelukannya. Sambil mendekapkan tubuhku ke dadanya, ia memelukku dengan tenang. Kemudian ia berbicara dengan suara lunak, "Engkau sedang memandangi fajar, nak." Ibu katakan kepadamu, kelak engkau akan menjadi orang yang mulia, engkau akan menjadi pemimpin dari rakyat kita, karena ibu melahirkanmu jam setengah enam pagi di saat fajar mulai menyingsing.
selengkapnya
Kamis, 16 Juni 2011 16:48:35
Alasan Menulis Bab ini … CARA yang paling mudah untuk melukiskan tentang diri Sukarno ialah dengan menamakannya seorang yang maha pencinta. Ia mencintai negerinya, ia mencintai rakyatnya, ia mencintai wanita, ia mencintai seni dan melebihi daripada segala‐galanya ia cinta kepada dirinya sendiri. Sukarno adalah seorang manusia perasaan. Seorang pengagum. Ia menarik napas panjang apabila menyaksikan pemandangan yang indah. Jiwanya bergetar memandangi matahari terbenam di Indonesia. Ia menangis dikala menyanyikan lagu spirituil orang negro. Orang mengatakan bahwa Presiden Republik Indonesia terlalu banyak memiliki darah seorang seniman. “Akan tetapi aku bersyukur kepada Yang Maha Pencipta, karena aku dilahirkan dengan perasaan halus dan darah seni. Kalau tidak demikian, bagaimana aku bisa menjadi Pemimpin Besar Revolusi, sebagairnana 105 juta rakyat menyebutku? Kalau tidak demikian, bagairnana aku bisa memimpin bangsaku untuk merebut kembali kemerdekaan dan hak asasinya, setelah tiga setengah abad dibawah penjajahan Belanda? Kalau tidak demikian bagaimana aku bisa mengobarkan suatu revolusi di tahun 1945 dan menciptakan suatu Negara Indonesia yang bersatu, yang terdiri dari pulau Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku dan bagian lain dari Hindia Belanda? Irama suatu revolusi adalah menjebol dan membangun. Pembangunan menghendaki jiwa seorang arsitek. Dan di dalam jiwa arsitek terdapatlah unsur-unsur perasaan dan jiwa seni.
selengkapnya
Kamis, 09 Juni 2011 09:03:19
Beruntunglah, sejak tahun 2007 sudah dilakukan edisi revisi atas terjemahan buku: Soekarno, An Autobiography as told to Cindy Adams. Buku ini pernah diterjemahkan oleh militer pada tahun 1966, dengan Kata Pengantar oleh Jenderal Soeharto, Panglima Komando Penertiban dan Pemulihan Keamanan (Pangkopkamtib), sebuah jabatan yang sangat berkuasa saat itu.
selengkapnya
  << Kembali   Sebelumnya >>
[1/9]
Petisi Dukungan Jalan Soekarno
Predikat Surabaya sebagai Kota Pahlawan dalam tentunya tidak terlepas dari peristiwa pertempuran sengit 10 November 1945 untuk kesungguhan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Bahkan sebelum tahun 1945 banyak tokoh nasional yang lahir dan besar di Surabaya dan memiliki kontribusi besar terhadap pendirian republik Indonesia. Sudah selayaknya Kota Surabaya menunjukkan karakter sebagai Kota Pahlawan. Kami (Soekarno Institut) memiliki pendapat yang berbeda dengan keputusan anggota DPRD Surabaya tentang nama Jl. Soekarno Hatta. Menurut pandangan hemat kami,

- "Sejarah Kelahiran Soekarno Perlu Diluruskan"
- In Laying Claim to President Sukarno, Surabaya Looks to Rewrite History
- Luruskan Sejarah Kelahiran Soekarno
- Benarkah Soekarno Arek Suroboyo?
- Rumah Tempat Lahir Soekarno Akan Jadi Cagar Budaya
Pengadilan Belanda Kabulkan Gugatan Korban Rawagede


Pengadilan Den Haag, Rabu, 14 September 2011 mengabulkan tuntutan ganti rugi sembilan orang janda korban pembantaian di Desa Rawagede, Karawang, pada tanggal 9 Desember 1947. Seperti dilaporkan Radio Netherland Siaran Indonesia, pengadilan menolak alasan pihak Kerajaan Belanda yang menyatakan bahwa kasus Rawagede telah kadaluarsa. Namun, catatan diberikan oleh pihak pengadilan yakni hak pengganti kerugian hanya diperuntukan keluarga korban langsung dari pembantaian itu. Sebelumnya, keluarga korban pembantaian Rawagede mengajukan gugatan kepada pemerintah Belanda.

Video Dokumenter lain yang mengenai kejadian di Rawagede :

Karawang: Pembantaian terhadap 431 orang di desa Rawagede Karawang Jawa Barat oleh tentara Belanda pada 9 Desember 1947 menyisakan kisah memilukan. Bukan saja karena pemerintah Belanda tidak mengakui sebagai kejahatan perang, tetapi juga tragedi ini hampir terlupakan. Untunglah, ada saksi sejarah satu-satunya yang masih hidup dan masih berjuang menuntut haknya. Dia adalah Pak Saih, salah seorang korban yang berhasil menyelamatkan diri, meskipun tertembus peluru. Berikut ini adalah sebagian dari kisahnya.
Tragedi Pembantaian Rawagede (1) :
http://www.wartatv.com/index.php?view=video&id=1682:tragedi-pembantaian-rawagede-1&option=com_jomtube&Itemid=105
Tragedi Pembantaian Rawagede (2) :
http://www.wartatv.com/index.php?view=video&id=1683:tragedi-pembantaian-rawagede-2&option=com_jomtube&Itemid=105
Tragedi Pembantaian Rawagede (3) :
http://www.wartatv.com/index.php?view=video&id=1684:tragedi-pembantaian-rawagede-3&option=com_jomtube&Itemid=105

Sumber : Warta TV
Soekarno

Haji Oemar Said Tjokroaminoto
Terlahir di Bukur, Madiun pada tanggal 16 Agustus 1883. Meninggal di Yogyakarta pada tanggal 17 Desember 1934. Pahlawan pergerakan kebangsaan. 1902, tamat OSVIA (Sekolah Pangreh Praja) di Magelang. Pindah ke Surabaya, dan masuk Sarekat Dagang Islam (SDI).
KIDUNG-KIDUNG SEMESTA
Karya : HL. Rampales
====================

Pernahkah terpikirkan olehmu
Wahai sang kekasih

Bahwa :
Alam semesta ini tiada henti-henti bernyanyi ?
Sudahkah mendengarkan senandung kerinduannya
Mengalun siang dan malam, tiada put